Ini kisahku kemarin dulu.
Saat masih ada kepala lain di cabang leherku.
Aku menonton orkes sabun colek, aku gosok gigi, aku mandi!
Sial! Ternyata ini malam minggu. dan puting emak tak lagi berair, tak bisa dicucuk.
Senja pun menua bersama garis mataku yang mulai menipis.
Padahal ujung lidahku masih hafal benar rasa susu.
Malam menjemput.
Darahku mendesir, deras.
Adrenalinku kian memuncak, hiperbola ku disembarang tempat.
Berlebihan!
Mataku berlarian, binal!
Langkah kakiku terhenti di ujung bukit.
Tempat serigala berpesta, meninggalkan tulang belulang.
Dan api unggun pun belum sempat padam.
Aku ikut menari dan tenggelam di dasar plastik ciu.
Aku mabuk di cerita ku 2000 tahun yang lalu.
Hilang sudah aku, lenyap.
Berulang, terus berulang.
Purwokerto, 7 Agustus 2016


